Rabu, 07 Februari 2018

TANDA SEORANG PENATALAYAN


PELAJARAN SEKOLAH SABAT
KWARTAL 1 TAHUN 2018
PENATALAYANAN MOTIVASI HATI

PELAJARAN 6:
TANDA SEORANG PENATALAYAN


Ayat Hafalan:
Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.  Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. 1 Kor. 4:1-2


PENDAHULUAN
§  Penatalayan memiliki tanda atau merek, sama seperti para penjual dengan logo atau merek mereka.
§  Merek, atau tanda seorang penatalayan Kristen, adalah pantulan kasih Kristus melalui hubungan yang ia miliki dengan-Nya. Ketika kita menghidupkan dan mempraktikkan sifat-sifat Kristus, kehidupan kita akan mengungkapkan merek kita; identitas kita dipadukan dengan-Nya (1 Kor. 6:17).

CIRI-CIRI KARAKTER (TANDA) PENATALAYAN ALLAH
      I.  KESETIAAN
A.   1 Kor. 4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
1.    Dalam versi KJV: “Moreover it is required in stewards, that a man be found faithful. “
2.    Terjemahan Bebas: “Yang akhirnya dituntut dari para penatalayan, bahwa mereka ternyata dapat setia.”
B.    Teladan Kesetiaan: Abraham dan Sarah, Ibrani 11:8-12, 17-19 dan Roma 4:13, 18-21
1.    Abraham setia karena ia memiliki iman pada janji Allah (Ibr. 11:8; Rm. 4:13)
2.    Abraham setia kepada Allah walaupun ia tidak tahu tempat yang ia tuju (Ibr. 11:8)
3.    Abraham setia kepada Allah, walaupun ia harus tinggal di tanah asing (Ibr. 11:9-10)
4.    Abraham dan Sarah setia kepada Allah, walaupun mereka sudah tua dan lemah (Ibr. 11:11-12; Rm. 4:19-21)
5.    Abraham dan Sarah setia kepada Allah, walaupun mereka harus mengorbankan anak mereka (Ibr. 11:17-19)
C.    Bahasa Ibrani “Setia” berarti mempercayai. Akar bahasa Ibrani yang sama memberi kita kata “Amin” atau dapat menjadi “kuat” atau “teguh” -- Kesetiaan berarti kita telah telah diuji dan dicoba, dan tetap teguh berkomitmen kepada rencana Allah.
D.   Ilustrasi: Kesetiaan Marhin Luther
“Mempersiapkan diri untuk berbicara dihadapan Kaisar, reformator Martin Luther “membaca Firman Allah, melihat pada tulisannya dan berusaha untuk menyusun jawabannya dalam bentuk yang sesuai… dia mendekati Kitab Suci… dan dengan emosi menempatkan tangan kirinya pada jilid yang suci itu, dan mengangkat tangannya ke langit, bersumpah untuk tetap setia kepada injil dan bebas untuk mengakui imannya, bahkan ia harus menutup kesaksiannya dengan darahnya sendiri.” [1]
E.    Kutipan:
1.    “Faithful servants never retire. You can retire from your career, but you will never retire from serving God.” - Rick Warren
2.    (Indonesia) “Hamba yang setia tidak pernah pensiun. Anda dapat pensiun dari pekerjaan Anda, tetapi Anda tidak akan pernah pensiun dari pelayanan kepada Allah.” – Rick Warren.
    II.  LOYALITAS
A.   Mat 6:24  Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." 
B.    Loyalitas kepada Allah yang cemburu adalah loyalitas dalam Kasih (Kel. 34:13).
C.    Apa perbedaan “kesetiaan” dan “loyalitas” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
1.    kesetiaan = keteguhan hati; ketaatan (dalam persahabatan, perhambaan, dan sebagainya); kepatuhan[2]
2.    loyalitas = kepatuhan; kesetiaan[3]
D.   Pentingnya Loyalitas kepada Allah: Nasihat Daud kepada Salomo:
1 Taw. 28:9  Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya. 
E.    Teladan Loyalitas: Ayub
Ayub 13:15 (KJV) “Meskipun Dia hendak membunuh aku, namun aku akan percaya pada-Nya”
1.    Ayub tetap loyal kepad Allah, meskipun ia kehilangan semua hartanya
2.    Ayub tetap loyal kepada Allah, meskipun semua anaknya meninggal
3.    Ayub tetap loyal kepada Allah, meskipun istrinya menghinanya
4.    Ayub tetap loyal kepada Allah, meskipun semua sahabatnya meremehkannya
  III.  HATI NURANI YANG MURNI
A.   1 Tim.1:18  Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.
B.    Tanda pengikut Yesus adalah memiliki hati nurani yang murni (Ibr. 10:19-22) dan tanda dari pengikut Setan adalah memiliki hati nurani yang jahat (1 Tim. 4:1,2)
C.    Bagaimana memiliki hati nurani yang murni?
1.    Terima Yesus, Ibrani 9:14
Ibr. 9:14  betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. 
2.    Menuruti Hukum Allah, Rm. 2:15
Rom 2:15  Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. 
D.   Kutipan Roh Nubuat:
“Kamar kecil hati nurani yang penuh dengan sarang laba-laba akan dimasuki. Jendela-jendela jiwa akan ditutup ke arah dunia ini dan membuka lebar-lebar ke arah surga agar sinar terang Matahari Kebenaran boleh masuk dengan bebasnya.... Pikiran harus dijaga tetap jernih dan murni agar dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat.”—Ellen G. White, Pikiran, Karakter dan Kepribadian, jld. 1, hlm. 393.
 IV.  PENURUTAN
A.   Kej. 4:3, 4  Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, 
B.    Kain dan Habel memahami arti dan perintah tentang persembahan korban, tetapi hanya satu yang menuruti apa yang telah Tuhan perintahkan.
C.    Kutipan Roh Nubuat:
“Kematian Habel adalah akibat dari penolakan Kain untuk menerima rencana Allah dalam sekolah penurutan, untuk diselamatkan oleh darah Yesus Kristus, ditandai oleh persembahan korban yang menunjuk kepada Yesus. Kain menolak penumpahan darah, yang melambangkan darah Kristus yang dicurah- kan bagi dunia.”—Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, jld. 6, hlm. 1109.
D.   Penting untuk dingat sebagai orang Kristen yang diselamatkan oleh Iman:
“KITA TIDAK MENURUT UNTUK DISELAMATKAN; KITA MENURUT KARENA KITA TELAH DISELAMATKAN.”
E.    Pentingnya penurutan: Nasihat Samuel kepada Raja Saul (1 Sam. 15:22):
“Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”
   V.  DAPAT DIPERCAYA
A.   Luk 16:10-12  "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 11  Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 12  Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? 
B.    Prinsip dapat dipercaya ini terlihat di seluruh Alkitab.
1.    Misalnya, empat pemimpin penjaga gerbang orang Lewi dipercayakan untuk melindungi Bait Suci Perjanjian Lama di malam hari.  (1 Taw. 9:26, 27).
C.    Penatalayan yang dapat dipercaya memahami makna peran mereka secara mendalam; mereka memahami bahwa Allah dapat dipercaya, mereka akan bertujuan untuk menjadi serupa (Ul. 32:4; 1 Raj. 8:56).
D.   Teladan Dapat Dipercaya: Daniel.
1.    Daniel dipercaya oleh Pemimpin Pegawai Istana, untuk makan sayur saja (Dan. 1:11-15)
2.    Daniel dipercaya oleh Raja Nebukadnezar untuk menceritakan kembali dan menjelaskan arti mimpinya (Daniel 2)
3.    Daniel dipercaya oleh Raja Belsyasar untuk menjelaskan tulisan di dinding istananya(Dan. 5)
4.    Daniel dipercaya oleh Raja Darius dan ia diangkat menjadi Penasihat Raja (Dan. 6:1-3)
5.    Daniel dipercaya oleh Allah sehingga ia mendapat mimpi apa yang akan terjadi di masa depan (Danil 7-12).
E.    Memiliki karakter dapat dipercaya akan membuka pintu-pintu berkat
Amsal 28:20  “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.”
F.    Kutipan Roh Nubuat:
“Kita harus setia, dapat dipercaya adalah mata pelajaran kerajaan kristus, bahwa mereka yang bijaksana dalam hidup duniawi boleh memiliki representasi kekayaan sejati, kebaikan, belas kasihan, kelembutan, dan rasa hormat dari warga kerajaan Allah.”—Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 6, hlm. 190.

SUMMARY
§  TANDA SEORANG PENATALAYAN ALLAH, adalah:
1.    Setia
2.    Loyal
3.    Hati nurani yang murni
4.    Penurut
5.    Dapat dipercaya
§  Kelima tanda itu, membentuk Akuntabilitas Pribadi kita dihadapan Allah dan sesama manusia.
§  Semua tanda itu dapat kita miliki jika Yesus Kristus ada didalam kita.
§  “Dengan Kristus pada pusat keberadaan kita, kita terbuka kepada tuntunan-Nya. Sebagai hasilnya, iman kita, kesetiaan, ketaatan, hati nurani yang murni, dapat dipercaya, dan akuntabilitas pribadi akan terlihat dalam kehidupan  kita. Maka sebagai penatalayan, kita dijadikan sempurna di dalam tangan Allah.” (Pelajaran SS –Pendalaman).



KLIK GAMBAR UNTUK MELIHAT
PELAYANAN PDT. BRUSSI SORITON YANG LAIN



[1]J. H. Merle d’Aubigne, History of the Reformator, Jilid 2 (New York: The American Tract Society, 1846), hal. 260.

Kamis, 01 Februari 2018

PENATALAYAN SETELAH EDEN


PELAJARAN SEKOLAH SABAT
KWARTAL 1 TAHUN 2018
PENATALAYANAN MOTIVASI HATI

PELAJARAN 5:
PENALATAYAN SETELAH EDEN


AYAT HAFALAN:
Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.
1Tesalonika 2:4 

        I.            DEFINISI PENATALAYAN DAN PENATALAYANAN:
A.      Definisi Penatalayan dalam Bahasa Inggris, dari kata “steward”[1]
1. Dari kata benda (noun), mempunyai arti:
a.       Seseorang yang memperhatikan para penumpang dalam kapal, pesawat, atau kereta dan membawakan mereka makanan.
1)      sinonim: awak penerbangan, awak kabin
b.      Seorang petugas yang ditunjuk untuk mengatur atau menata acara umum, seperti acara olahraga.
1)      sinonim: panitia, pengatur, penata
2. Dari kata kerja (verb), mempunyai arti:
a.        (seorang Petugas) mengatur atau menata (acara umum)
b.      Mengatur atau memperhatikan (barang orang lain).
B.      Definisi dalam Bahasa Indonesia
1. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (buku dan online) definisi dari kata “Penatalayan” dan “Penatalayanan” tidak ada (belum baku) -- mungkin itulah yang menyebabkan kedua kata itu tidak ada di dalam Alkitab bahasa Indonesia.
2. Definisi dari Dua kata itu dijelaskan dalam wiktionary (kamus online yang bisa di edit oleh siapapun).
3. Sejarah Etimologi
a.       Istilah "penatalayan" untuk pertama kali dipakai oleh Dr. W.B. Sijabat sebagai terjemahan dari istilah dalam bahasa Inggris "stewardship" pada tahun 1962. Istilah lain yang pernah dipakai ialah "tata layan" dan "ketatalayanan".[2]
4. Definisi Penatalayan (pe- + tatalayan)[3]
a.       Seseorang yang ditunjuk oleh penguasa untuk menjadi wakil mereka di suatu wilayah, dan diberi mandat untuk memerintah wilayah itu atas nama sang penguasa
b.      Kepala pelayan di sebuah rumah; kepala urusan rumah tangga; pelayan yang mengepalai rumah tangga
1)      Orang yang dipercaya oleh pemilik rumah untuk mengurus masalah rumah tangganya, masalah keuangan, dan pengaturan tugas para pelayan yang lain dan juga anak-anak kecil di rumah tersebut -- baik ketika ayah sang anak telah meninggal (sebagai wali anak tersebut), maupun masih hidup
2)      manajer sebuah pertanian atau rumah bangsawan; pemantau
3)      superintenden keuangan sebuah kota, bendahara kota (atau bendahara raja)
c.       Sinonim
1)      gubernur, deputi, vikaris
2)      kepala rumah, kepala istana, mandur, bendahara, bendahara negeri
3)      pelayan, pelayan utama, pengatur rumah (tangga), pengawas, pengurus, pengurus keluarga, pengurus rumah (tangga), pengelola, juru kunci, wali, yang dipercaya, pemelihara
5. Definisi Penatalayanan (pe-an + tatalayan )[4]
a.       “segala kebijakan dan tindakan seseorang percaya dalam mengelola kepercayaan yang diberikan oleh pemberi kewenangan”

      II.            PENATALAYAN DALAM PERJANJIAN LAMA
A.      Kata “penatalayan” digunakan beberapa kali dalam Perjanjian Lama. Dan selalu merujuk kepada seseorang yang “dirumah,” dan bertanggung jawab untuk mengatur sebuah rumah (Kej. 43:19; 44:1,4; 1 Raj. 16:9).
B.      Karakteristik seorang penatalayan dalam Perjanjan Lama
1. Seorang yang memiliki tanggung jawab yang besar (Kej. 39:3, 4).
a.       Dipilih karena kemampuan
b.      Menerima rasa hormat dan kepercayaan dari pemilik untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan.
2. Seorang yang tahu bahwa apa yang dipercayakan kepadanya adalah milik tuannya ( Kej. 24:34-38).
3. Seorang yang tahu bahwa jika dia mengambil dan menggunakan apa yang telah dipercayakan kepadanya, hubungan kepercayaan antara dia dan si pemiliki akan rusak dan dia dipecat (Kej. 3:23; Hos. 6:7).
a.       Contoh:
1)      Adam dan Hawa, Kej. 3.
2)      Raja Hizkia, Yes. 22:14-18
b.      “Seorang penatalayan mempersamakan dirinya dengan tuannya, Dia menerima tanggung jawab seorang penatalayanan, dan dia harus bertindak menggantikan tuannya, melakukan sebagaimana tuannya lakukan ketika ia memimpin. Perhatian tuannya menjadi perhatiannya. Kedudukan dari seorang penatalayan adalah satu kehormatan karena tuannya mempercayai dia. Jika dalam salah satu cara dia bertindak mementingkan diri dan membelokkan keuntungan yang diperoleh dengan perdagangan atas barang milik tuannya untuk keuntungannya sendiri, dia telah menyelewengkan kepercayaan yang diletakkan padanya.” Ellen G. White, Tesitiomies for the Church, 9:246.

    III.            PENATALAYAN DALAM PERJANJIAN BARU
A.      Dua kata dasar “penatalayan” dalam Perjanjian Beru
1. Epitropos, muncul 3 kali
2. Oikomonos, muncul 10 kali (Oikos=rumah dan Nemo=menangani)
B.      Baik dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Penatalayan didefinisikan oleh apa yang mereka lakukan.
1. Perjanjian Baru secara khusus menjelaskan penatalayan dalam istilah akuntabilitas (Luk. 12:48) dan harapan (1 Kor. 4:2)
2. Perjanjian lama berfokus pada pernyataan kepemilikan Allah daripada mendefinisikan kita sebagai penatalayanan-Nya.
C.      Yesus memperluas definisi penatalayan dalam Luk. 16:1-15 – Perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur.
1. Pelajarannya adalah tentang lebih daripada seorang bendahara yang melepaskan diri dari bencana keuangan
2. Hal ini juga berlaku bagi  mereka yang melepaskan diri dari bencana rohani melalui manifestasi iman yang bijaksana.
3. Penatalayanan yang bijak akan bersedia bagi kedatangan Yesus dimasa mendatang (Mat. 25:21)
D.      Mutu karakter yang perlu ada sebagai Penatalayan.
1. 1 Kor. 4:1, 2.
a.       Dapat dipercaya
2. Titus 1: 7-9.
a.       Tidak bercacat
b.      Tidak angkuh
c.       Bukan pemberang
d.      Bukan peminum
e.      Bukan pemarah
f.        Tidak serakah
g.       Suka memberi tumpangan
h.      Suka akan yang baik
i.         Bijaksana
j.        Adil
k.       Saleh
l.         Dapat menguasai diri
m.    Berpegang pada perkataan yang benar.
3. 1 Pet. 4:10.
a.       Melayani sesuai dengan karunia yang dimiliki.
4. Selalu sadar bahwa ia adalah milik Kristus
a.       “Haruskah saya membuka hati pada Roh Suci, agar setiap kemampuan dan energi yang Allah telah mandatkan kepada saya dapat dibangunkan? Saya adalah milik Kristus, dan saya bekerja di pelayanan-Nya, saya penatalayan kasih karunia-Nya.” Ellen G. White, Fundamentals of Christian Education, 301.
E.       Yesus menggunakan istilah “penatalayan” secara metaforsis dalam Lukas 12:35-48
1. Penatalayan yang bijaksana akan siap untuk kedatangan Anak Manusia,  
2. Penatalayan yang tidak setia telah berhenti bekerja karena tuannya telah menunda kedatangannya.
3. Penatalayan yang tidak setia telah berubah menjadi seorang yang kejam dan telah menjadi kasar kepada orang-orang di sekelilingnya. Dia bukan lagi teladan perbuatan baik atau pengelola kasih karunia.

    IV.            MURID YESUS ADALAH PENATALAYAN
A.      PENATALAYAN DARI RAHASIA ALLAH
1 Kor 4:31 “sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah”
1. Apakah rahasia Allah itu?
a.       Yesus Kristus , Kol. 2:2.
b.      Karya Penyelamatan Yesus, 1Ti 3:16 .
1)      Rencana keselamatan adalah supranatural dan mustahil bagi kita untuk memahaminya sepenuhnya. Bahwa Pencipta segala sesuatu (Yoh. 1:1-3) akan turun ke bumi ini dan “dimanifestasikan dalam daging” (Ellen G. White, Manuscript Releases, 6:112) hanya untuk memberikan Diri-Nya sendiri sebagai korban bagi dosa-dosa manusia, membawa rahasia yang mungkin tidak akan pernah sepenuhnya dipahami oleh setiap ciptaan.
2)      Bahkan malaikat belajar untuk memahami rahasia mengapa Yesus datang ke bumi (1 Ptr. 1:12).
2. Aplikasi
a.       Sebagai penatalayan-Nya, kita ditugaskan untuk melestarikan, mengajar, melindungi, dan merawat kebenaran Ilahi yang Dia telah ungkapan.
b.      Bagaimana kita melakukan ini adalah penatalayanan tertinggi, dan itu berarti kita “memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci” (1
B.      PENATALAYAN DARI KEBENARAN ROHANI
1. Seperti harta berwujud, pemberian yang tidak berwujud berasal dari Allah. Hal-hal tidak berwujud ini adalah harta rohani yang Allah berikan kepada kita (1 Pet. 4:10).
2. Harta Rohani yang Allah berikan,
a.       Efesus 6:13-17:
1)      Ikat pinggang kebenaran
2)      Bajuzirah keadilan
3)      Kaki berkasutkan kerelaan untuk menginjil
4)      Perisai iman
5)      Ketopong keselamatan
6)      Pedang Roh Firman Allah
b.      Roma 6:23:
7)      Hidup Kekal dalam Kristus Yesus
                                                                                                                                  a).      “Hanya dalam terang yang bersinar dari Golgota dapatlah pengajaran alam dibaca dengan tepatnya. Perantaraan kisah Betlehem dan salib biarlah ditunjukkan bagaimana kebaikan akan mengalahkan kejahatan, dan bagaimana setiap berkat yang dating kepada kita adalah suatu pemberian dari penebusan.” Ellen G. White, Membia Pendidikan Sejati, 89.
                                                                                                                                  b).      Penebusan adalah milik kita, karena Yesus telah membayarnya dengan harga tertinggi.
(1).  Eph 1:7  Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 
                                                                                                                                   c).      Sangat penting untuk mengenakan “seluruh perlengkapan senjata Allah” (Ef. 6:11) agar si Jahat tidak dating mengambilnya.
C.      BERTANGGUNG JAWAB SEBAGAI PENATALAYAN
1. Penatalayan yang bijaksana dibuktikan oleh kesediaan mereka untuk menerima dan melaksanakan prinsip moral dari tanggung jawab pribadi.
2. “Allah rindu untuk membawa manusia ke dalam hubungan langsung dengan diri-Nya sendiri. Dalam semua urusan-Nya dengan manusia Dia mengakui prinsip tanggung jawab pribadi. Dia berusaha untuk mendorong rasa ketergantungan pribadi dan menanamkan kesan kebutuhan akan bimbingan pribadi. Pemberian-Nya dipercayakan kepada manusia sebagai individu. Setiap manusia telah dijadikan penatalayan atas tanggung jawab yang kudus; masing-masing melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan pengarahan sang Pemberi; dan oleh semua pertanggungjawaban penatalayanannya harus diberikan kepada Allah.”—Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 7, hlm. 176.
3. Ketika kita menjadi penatalayan, kita tidak akan memindahkan tanggung jawab kita kepada orang lain atau kepada organisasi.
4. Tanggung jawab pribadi kita adalah kepada Allah dan akan tercermin dalam semua interaksi kita dengan orang-orang di sekitar kita (Kej. 39:9; lihat juga Dan. 3:16).
5. Kita akan melakukan tugas yang ada dengan kemampuan terbaik kita. Sukses di mata Tuhan akan lebih bergantung pada iman kita dan kemurnian kita daripada kecerdasan dan talenta.